Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

~HIV~

Posted by primastuti dewi on May 31, 2008

“HIV”

Aku hanya ingin memegang tangan mu jika kau tahu..

Aku rindu degup darah dekat ku dengar

Dengan sedikit obrolan penutup malam

Semoga waktu berhenti sesaaat, agar aku bisa melihat sekilas sketsa dimatamu

Duduklah barang satu dua meter dekatku.

Tak apa kau sedikit jauh, asal kita bisa ngobrol tentang sketsa kehidupan

Aku yahu, aku adalah sampah dengan ribuan lalat menjerit

Jika kau tahu,

Hanya saja aku ingin memandang wajahmu

Ketika mati takj sedikitpun beranjak dari kelopak matau yang teduh

”AIDS”

Apakah ini benar, ribuan kutuk dari ribuan burung-burung ababil ??

Ketika dunia datang dengan sribu serigala mencabik?

Kau datang diperempatan itu,

Dikala lampu remang dengan sribu nafsu mengerang

Awan tetap berjalan, hanya saja api itu terus menjalar

Melewati selokan, mall-mall, ladang-ladang kesepian

Kau datang tuk sekedar kabarkan, laju matahari yang sebentar tenggelam

Mengajak aku tuk memandang dedaunan lepas mengering

Tinggal sunyi dan sribu kenangan menjemput

Tak ada yang bisa ku lakukan hari ini, kecuali menggores lemah

Pada cakrawala resah dan hatiku gemetar

Sesuatu yang ingin benar kukatakan

Aku catat dalam sisa nafas yang melepas

Meski pintu itu sebentar lagi kau tutup                                                                                                            Mangkuyudan 3 nov 04A. ginandjar wilujeng

3 Responses to “~HIV~”

  1. Angel De Pian said

    oopss…!!
    Hey You there…
    thats you?
    that i ever was at LIP Yogyakarta…
    ah…. you so beautifful Hun…
    very need to make colaborate with you in one of perform. when? can you?

    regards from French
    Angel

  2. saved our nation from HIV/AIDS
    but first save our self by knowing what HIV/AIDS is then we can do the action

  3. tayak said

    Apakah ini benar, ribuan kutuk dari ribuan burung-burung ababil ??

    Ketika dunia datang dengan sribu serigala mencabik?

    ketika tubuh menindih dua perempatan jalan, kita terlalu jumawa untuk dikalahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: