Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Konser Musik Rhythms Meeting_Jagongan Wagen edisi Februari 2009

Posted by primastuti dewi on February 3, 2009

Lembaga Indonesia Perancis ( LIP ) Yogyakarta dan Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) mengundang para penikmat musik dan pecinta seni untuk menghadiri gelaran program Jagongan Wagen, menampilkan pertunjukan musik Jazz oleh musisi dari Swiss, Indonesia, Prancis, Cina, USA & Maroko yang tergabung dalam proyek musikal RHYTHMS MEETING pada: Kamis 5 Februari 2009, Jam 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni (rumah budaya YBK) Kembaran RT 04/RW 21, Kel. Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul – DIY

Konser musik pada gelaran Jagongan Wagen edisi bulan Februari ini, terselenggara berkat kerjasama dan dukungan Lembaga Indonesia Perancis ( LIP ) Yogyakarta yang mewujudkan pelaksanaan Rhythms Meeting di Yogyakarta. Mempertemukan musisi Jazz dari Prancis dan negara-negara lainnya dengan 2 musisi dari Yogyakarta, Djaduk Ferianto dan Purwanto pada rangkaian perjalanan proyek musikal ini. Acara ini didukung oleh : Wartajazz, Radio Eltira FM, Radio Sonora FM, Region de Lausanne, Loterie romande, Etat de Vaud 03/RP/REAL/09 Organization.

Sebagaimana pada penyelenggaraan program Jagongan Wagen lainnya, konser musik ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk.

RHYTHMS MEETING

Sebuah pertunjukan musik yang akan menyuguhkan penampilan penuh cita rasa musikal dan permainan panggung yang terinspirasi dari berbagai perjalanan, pertemuan dan karya cipta musikal. Lebih dari sekedar percampuran atau peleburan musik tradisional, Rhythms Meeting merupakan suatu pengalaman bermusik “spicy”, dimana setiap instrumen dan semua tradisi dihormati. Suatu dunia musik jazz yang mengejutkan dan cerdas, dengan sentuhan jazz New York , Swiss, Prancis, Cina dan Indonesia .

Rhythms Meeting yang digagas oleh musisi jazz François Lindemann, menjelajahi empat negara dalam waktu tiga bulan: Maroko , Indonesia , Thailand dan India . Selama perjalanan, ia bekerjasama dengan musisi-musisi setempat, dan mengajak mereka untuk terlibat dalam eksplorasi musikal yang mengangkat kekuatan dan kebersamaan kultural. Penampilan pada Jagongan Wagen nanti merupakan merupakan etape pertama dalam tur mereka di Indonesia, setelah sebelumnya berlangsung di Maroko, dan dilanjutkan perjalanan berikutnya ke Thailand .

9 Musisi yang akan menyuguhkan konser musik Rhythms Meeting adalah: François Lindemann (piano: Swiss), Jacques Schwarz-bart (Saksofon: US Prancis), Claude Tchamitchian (contrabass: Prancis), Ling Ling Yu (sitar, mandolin Cina), Sangoma Everett (drum: US Prancis), Aziz Boulaaroug (perkusi: Maroko), Abdelaziz El Achhab (biola: Maroko), Djaduk Ferianto (perkusi, vokal : Indonesia ), Purwanto (gamelan: Indonesia )

“Proyek musikal tersebut adalah untuk berbagi gagasan-gagasan atau fantasi saya tentang musik dari semua negeri-negeri itu,…berangkat dengan empat atau lima pemusik dengan dasar Barat tapi tidak harus orang Barat. Seorang penabuh drum Amerika keturunan Afrika, seorang pemain sitar (mandolin Cina), seorang musisi kontrabass dari Paris keturunan Armenia, seorang peniup saxofon dari Guadelup yang tinggal di New York dan saya, seorang pianis dan penggubah dari Swiss, Lausanne. Kami pergi berjumpa dengan para pemusik di Maroko, di Indonesia, di Thailand dan di India . Dan pada masing-masing tahapan ini kami bekerja dengan berdiam di tempat itu, dengan dua pemusik yang saya pilih sebagai“ semacam pasangan “yang satu di antaranya sangat “etnik“’ yang benar-benar mengetahui musik tradisional negerinya dan satu lagi yang juga mengenalnya tapi dengan sudut pandang beda, maksudnya pernah bekerja dengan pemusikpemusik Barat dari jenis rock, jazz, blues atau klasik. Di tiap tempat, kami bekerja dengan para pemusik itu dan lalu kami membawa mereka untuk perjalanan berikutnya ke negeri lain, jadi kami berangkat berlima, lalu bertujuh di negeri pertama dan jumlah kita sekarang mencapai tiga atau empat belas!

Semua itu benar-benar sangat beda dengan, misalnya, proyek Thai yang saya laksanakan di 1998, ketika satu kelompok berjumpa dengan kelompok lain. Ini adalah suatu situasi manusiawi beda dan saya suka sekali pengambilan risiko ini, tempat tiap orang dihadapkan pada musik dan pada budaya orang lain. Saya tidak suka pada yang diberi cap “world music.” Mengambil musik-musik etnik di seluruh dunia, kemudian memformatnya dengan sedikit irama beat, disko, sedikit perasan sintetiser untuk menenggelamkan semua itu dan untuk menjualnya. saya tak tertarik ! Saya benci cap, saya tidak akan datang dengan satu kelompok jazz yang akan menjual wewangian eksotik. Saya juga tidak ingin memainkan musik tradisional Maroko, Jawa, Thailand atau India . Itu benar-benar merupakan semacam konfrontasi dan inter-penetrasi terhadap berbagai jenis musik beda. Selalu ada momen-momen saat hal tersebut akan berperan, karena ada rumpun irama di dunia, ada rumpun alat musik dan keluarga warna dan jenis nada yang tidak bisa dikawinkan, dan sudah barang tentu akan ada juga berbagai benturan. Benturan-benturan itu tidak selalu akan bisa dihilangkan, kita juga akan membiarkannya dalam pertunjukan, — itu akan menimbulkan gesekan — itu akan membuat musiknya tidak lagi mulus — pada saat-saat tertentu kurang elok dan hanya bagus bagi satu pihak, tapi, apakah hidup itu selalu bisa dikonsumsi layaknya sirup?

Cuplikan wawancara dengan François Lindemann

François Lindemann

(Komposer, piano, piano elektrik)

Lahir di Lausanne tahun 1950. Ia adalah pendiri Piano Seven. Sudah tak terhitung lagi konser dan festival yang pernah diikutinya di Swiss, Prancis , USA dan Asia . Sebagai composer semua pelatihan yang dipimpinnya sejak lebih dari 30 tahun, ia telah banyak membuat rekaman dan bermain dengan Daniel Humair, Alvin Queen, Curtis Fuller, Glenn Ferris, Carla Bley, Longineu Parsons, Erik Truffaz, Tewan, Robin Eubanks, Steve Swallow dan Woody Shaw. Pemenang penghargaan dari Fondation Vaudoise untuk promosi dan Kreasi Artistik tahun 1997. Banyak CD dengan namanya, yang juga berisi musik teater dan balet kontemporer. Ia juga sangat menggemari petualanganpetualangan musikal antar etnik dengan seniman-seniman tradisional terutama dari Asia Tenggara. Sudah tak terhitung lagi konser dan festival yang pernah diikutinya di Swiss, Prancis , USA dan Asia . Sebagai pemimpin dan penggagas dari banyak petualangan musikal, trio-trio, kuartet-kuartet dan oktetnya, ia memasukkan ke dalam ensembel-ensembelnya satu grup yang terdiri dari empat alat tiup dari Alpen tahun 1991, perkusi-perkusi dari Asia pada solonya tahun 1993, atau musisi-musisi dari Afrika Utara pada kuartetnya tahun 2000, dll. Ia juga adalah « penemu » Piano Seven, ensembel 7 Steinway. Sebagai komposer semua pelatihan yang dipimpinnya sejak lebih dari 30 tahun, ia telah banyak membuat rekaman dan bermain dengan Daniel Humair, Alvin Queen, Curtis Fuller, Glenn Ferris, Carla Bley, Longineu Parsons, Erik Truffaz, Tewan, Robin Eubanks, Steve Swallow dan Woody Shaw. Selama perjalanan workshop mereka di Indonesia semua kegiatan mereka juga masuk dalam proyek film dokumenter oleh Laurent Charles dari Mythologies de mon voisin yang telah melakukan riset sejak bulan April 2008 tentang Jazz di Indonesia.

Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit organization established in 2007 to manage Padepokan Seni as a performing arts center that advocates the arts as a medium for inclusive dialogue and learning. Serving artists and the general public, Padepokan Seni cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts.

Address:

Kembaran RT 04/RW 21 Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul

Yogyakarta – Indonesia

Tel/fax :  62 – 0274 – 376 394

E-mail :    info@ybk.or.id

Website : www.ybk.or.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: