Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Menyontek…

Posted by primastuti dewi on March 14, 2010

Menyontek, satu kata yang tentunya sudah sangat familiar di telinga kita. Apalagi jika kita masih berstatus sebagai pelajar, baik pelajar SD, SMP sampai mahasiswa. Bahkan mungkin banyak diantara kita sudah melakoninya, terutama saat ujian atau test. Lebih parah lagi, kegiatan nyontek tersebut sudah dianggap sebagai budaya yang laten, susah sekali untuk diberantas. Lihat saja beberap opini orang tentang menyontek di salah satu situs. Mungkin begitulah cermin dunia pendidikan kita.

Saya sebagai Dosen, juga sudah biasa menemui mahasiswa yang menyontek dalam berbagai kesempatan. Dari tugas, ujian tengah semester maupun ujian akhir semester, ada saja mahasiswa yang menyontek. Secara pribadi, saya merupakan jenis orang yang tidak terlalu suka menyontek (termasuk juga memberi contekan). Dalam ujian, saya selalu berusaha untuk mengerjakannya sendiri, tanpa bantuan orang lain alias menyontek. Walaupun sekali dua kali pernah juga saya menyontek, dan itu karena emang sudah kepepet, dan apa yang saya contek biasanya ide atau tekniknya, bukan pekerjaannya.

Jadi dalam ujian, saya terkenal paling pelit dalam hal memberi contekan. Pernah pas ujian, waktu masih jadi mahasiswa dulu, teman saya yang duduknya tidak jauh, merasa kesulitan mengerjakan satu soal ujian. Dia lalu meminta jawaban pada saya. Tentu tidak saya berikan. Mungkin saking pusingnya ga dikasih contekan, sampe-sampe temen saya itu berjanji mau ngasih saya uang 5000 rupiah. Cukup besar nilainya kala itu, bisa buat makan dua kali. Tapi terpaksa saya menolaknya.

Kembali ke masalah pernyontekan, rasa-rasanya sangat sulit untuk memberantasnya. Di kalangan mahasiswa sekalipun, yang katanya adalah kaum intelek. Setiap kali saya mengoreksi hasil ujian mahasiswa, selalu ada saja mahasiswa yang terindikasikan dengan meyakinkan menyontek dari mahasiswa yang lainnya. Pada kesempatan lain, seringkali saya menyindir mahasiswa dengan pernyataan bahwa dalam menyontek mahasiswa itu tidak profesional! sehingga dengan mudah saya dapat mengetahuinya, terutama jika jenis soalnya adalah soal isian atau program.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa dalam menyontek adalah:

  1. Meng-copy file yang dicontek apa adanya dan langsung dikumpulkan tanpa diperiksa isi pekerjaannya. Kalo seperti ini caranya, akan mudah dideteksi nyontek atau tidaknya, karena terkadang di dalam file yang di-copy masih terdapat informasi nim atau nama mahasiswa yang menjadi sumbernya. Kan jadi aneh bin ajaib, hasil pekerjaan mahasiswa A ternyata didalamnya ada nim mahasiswa B.
  2. Menyontek dengan mempertahankan keaslian sumbernya. Ini juga banyak dilakukan oleh mahasiswa. Misalnya hasil pekerjaan mahasiswa A dicontek oleh mahasiswa B. Terkadang yang dilakukan oleh mahasiswa B adalah memindahkan semua isi jawaban dari A ke kertas jawabannya. 100% sama. Sampe-sampe pernah saya temui dalam suatu ujian, ada mahasiswa yang nyontek baik jawaban maupun corat-coretnya persis, padahal coretan tersebut kan ga perlu dicontek. Mirip mesin fotokopi aja.
  3. Menyontek dengan copy-and-paste. Fasilitas copy-and-paste yang umumnya disediakan oleh editor text memang sangat berguna dalam mempercepat pekerjaan kita. Namun apa jadinya jika fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menyontek? Akibatnya memang sama, jadi lebih cepat. Tapi yang jadi masalah adalah copy-paste terkadang rawan terhadap kesalahan. Sebagai contoh, teknik ini banyak dipraktekkan oleh mahasiswa dalam penulisan dokumen skripsi dan KKP, terutama dalam bagian landasan teori. Banyak yang coba cari jalan pintas dengan mencari skripsi yang sudah jadi kepunyaan orang lain, selanjutnya hanya select-copy-and-paste bagian landasan teori tanpa melakukan pengeditan. Akibatnya pas disidang, ditemukan dalam dokumennya bahwa terdapat bagian yang menyebutkan nama instansi lain selain tempat riset si mahasiswa. Bahkan pernah hal tersebut menyebabkan seorang mahasiswa harus mengulang sidang skripsinya.
  4. Menyontek dengan memanfaatkan find-and-replace. Cara ini sedikit lebih “maju” dibanding cara copy-and-paste, dimana setelah penyontek melakukan copy-and-paste, dia berusaha untuk mengubah beberapa bagian pekerjaan (misalnya nama variabel), namun dengan cara yang instant. Maka dimanfaatkanlah fasilitas find-and-replace yang dimiliki oleh editor. Akibat yang terjadi adalah terkadang justru menyebabkan hasil pekerjaannya jadi ga nyambung. Sebagai contoh, misalnya kita ingin mengganti variabel $nama di suatu program dengan $name. Hati-hati jika menggunakan find-and-replace! Kalo kita mencoba menemukan dengan kata kunci ‘$nama’ kemudian me-replace-nya dengan ‘$name’ secara langsung, maka jika terdapat variabel $nama_mhs dan $nama_plg tentu akan berubah juga.
  5. Menyontek ke beberapa orang sekaligus. Seringkali dalam pernyontekan, sumbernya banyak. Nah, jawaban dari satu soal sumbernya lebih jadi satu, apa jadinya? Pasti jaka sembung bawa golok, ga nyambung go****! hehe2x. Walaupun demikian pernah juga dilakukan oleh mahasiswa, pola pernyontekan seperti ini.
Karena sulitnya memberantas praktek pernyontekan di kalangan mahasiswa, maka saya hanya berpesan bagi mahasiswa kelas saya pada khususnya dan mahasiswa keseluruhan pada umumnya, “silahkan menyontek, tapi pake cara yang kreatif dan jangan sampai ketauan… dan kalo pake cara di atas, ya sudah pasti ketauan“. Tentu akan ada “reward” bagi mahasiswa yang ketauan nyontek, ya paling minimalnya pengurangan nilai bagi keduanya (yang dicontek maupun yang menyontek).
Lalu bagaimana ciri-ciri menyontek yang kreatif dan profesional?? Tunggu artikel saya selanjutnya di situs ini D
(sumber : dari Blog sebelah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: