Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Configuration of Moodle

Posted by primastuti dewi on March 14, 2010

KONFIGURASI MOODLE

A. Halaman Utama Moodle

Pada halaman utama Moodle terdapat beberapa informasi yang bisa ditampilkan melalui sistem admin:

1. Berita Situs

Berisi informasi yang disampaikan oleh admin atau guru pengelola kelas. Informasi atau pengumuman penting untuk umum lebih baik ditampilkan di bagian ini karena dapat dibaca oleh semua orang.

2. Kategori Kursus (Kelas/Kelas)

Memberikan informasi kepada peserta tentang kelas atau kelas yang tersedia di elearning. Kategori kursus dapat dikelompokkan ke dalam bagian-bagian kecil sesuai dengan jurusan atau peminatannya:

a)      Ilmu Pengetahuan Alam

b)      Ilmu Pengetahuan Sosial

c)      Bahasa


Untuk melihat kelas apa saja yang tersedia dalam suatu kategori, maka Anda bisa meng-klik pada masing-masing kategori tersebut. Misal untuk melihat apa saja kelas yang tersedia pada kategori Bahasa, akan ditampilkan pada gambar berikut.

3. Welcome Screen

Welsome screen berisi informasi umum tentang institusi penyedia layanan elearning, serta bisa juga menampilkan ucapan selamat datang kepada pengunjung.

4. Kelender

Memberikan informasi tentang tanggal-tanggal penting seputar kelas atau kelas kepada pengunjung.

Meskipun semua informasi kursus atau kelas bisa ditampilkan pada halaman awal website, bukan berarti semua orang yang membuka halaman tersebut bisa mengikuti kelas yang ada. Untuk dapat memanfaatkan semua fasilitas pembelajaran yang ada di kelas tersebut, pengunjung harus login dulu ke dalam sistem. Pengaturan hak akses serta informasi apa saja yang bisa diakses oleh umum (guest), murid dan guru harus diatur terlebih dahulu oleh Administrator sistem.

B. Mengelola Profil

Agar dapat mengakses semua fasilitas yang disediakan di sistem elearning, maka semua peserta didik harus melakukan login terlebih dahulu ke sistem. User dan password bisa dibuat oleh administrator.

Terdapat dua metoda untuk masuk ke dalam sistem:

1. Masuk melalui Link Kelas

Seorang user bisa yang sudah berada pada halaman kategori kelas yang akan diaksesnya, maka untuk masuk ke dalam mata kuiah tersebut, user dapat mengklik dua kali pada judul kelas tersebut.

2. Masuk melalui fasilitas Login

Metoda lain adalah dengan mengklik menu Login yang terdapat pada halaman utama. Kemudian akan tampil halaman login. Masukkan User ID dan password, kemudian lanjutkan dengan mengklik  tombol Login.


Setelah user Instruktur melakukan login dan mengubah passwordnya, maka selanjutnya Instruktur dapat mengupdate data profile yang belum lengkap. Untuk mengakses profil Instruktur, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Dari kategori kelas

Pada model pertama ini, saat user login dapat langsung menuju ke kategori kelas dan mencari kelas yang dibina. Pada daftar kelas tersebut akan tertera nama Instruktur pengampu kelas. Untuk mengedit profil Instruktur, dapat dilakukan dengan mengklik nama masing-masing Instruktur tersebut. Kemudian akan muncul halaman profile Instruktur.

2. Dari menu peserta di dalam aktifitas kelas

Jika sekiranya Instruktur login dengan metoda seperti terlihat pada Gambar 3.2. Maka setelah  Login, dia akan langsung masuk ke dalam halaman aktifitas kelas, maka untuk mengedit profil dapat dilakukan langkah berikut :

1)      Klik menu Peserta, yang terdapat pada pojok kiri atas halaman kegiatan kelas, seperti diperlihatkan pada Gambar 3.3.


2)      Kemudian akan muncul profil user Instruktur. Selanjutnya lakukan pengeditan profil Instruktur, sesuai dengan data sesungguhnya masing-masing Instruktur, seperti terlihat pada Gambar 3.4


3)      Setelah semua form isian direvisi dan diedit sesuai dengan data sesungguhnya, maka kemduian proses pengeditan diakhiri dengan mengklik tombol Perbaharui Profil.

C. Mengelola Kelas

Bagian utama dari Moodle adalah pengelolaan kelas. Kelebihan sistem LMS adalah pengajar bisa dengan mudah mengelola kelasnya sendiri secara mandiri. Administrasi sistem kelas bisa dilihat pada bagian kiri halaman course. Lihat Gambar 3.6 untuk lebih jelasnya.

Untuk melakukan pengaturan administrasi kelas, maka aktifkan mode edit terlebih dahulu dengan mengklik menu Hidupkan Mode Ubah. Fungsi menu ini adalah untuk memunculkan icon fasilitas pengubah sistem, baik untuk upload data maupun untuk pengubahan lainnya. Setelah mode ubah diaktifkan, maka halaman kelas akan berubah seperti diperlihatkan pada Gambar.3.7.

Secara garis besar menu Adminidtrasi ini terdiri dari:

  • Pengaturan, digunakan untuk mengatur opsi kelas secara umum.
  • Assign roles, mengatur tata laksana kelas bagi Instruktur non techer, siswa, maupun tamu.
  • Group, digunakan untuk membuat grup kelas untuk kelas dengan jumlah siswa yang cukup besar.
  • Backup, untuk membackup data kelas untuk kebutuhan recovery data.
  • Kembalikan  (Restore),  digunakan  untuk  mengembalikan  data  backup  ke  dalam sistem LMS kelas kelas.
  • Import, digunakan untuk mengimport data kelas lain ke dalam sistem
  • Reset, digunakan untuk mengembalikan kondisi data kelas ke dalam keadaan default  instalasi, sebaiknya menu ini jangan digunakan karena akan menghapus semua data kelas.
  • Report, digunakan untuk melihat aktifitas kelas siswa dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan kebutuhan data Instruktur, bisa dalam bentuk mingguan, bulanan dan sebagainya.
  • Pertanyaan (Quiz), digunakan untuk melakukan tes tershadap siswa.
  • Skala, untuk melihat skala record aktifitas kelas. Skala  ini dapat dikustomisasi oleh Instruktur, sesuai dengan kebutuhannya.
  • File, digunakan untuk mengatur file-file kelas, baik file sistem maupun file
  • backup sistem.
  • Nilai, digunakan untuk melakukan administrasi penilaian aktifitas kelas siswa.

Masing‐masing fungsi adminitrasi sistem dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.  Melakukan Pengaturan Konfigurasi Kelas

Untuk melakukan pengaturan konfigurasi kelas, maka seorang Instruktur dapat melakukannya dengan langkah:

  • Mengklik menu Pengaturan pada menu administrasi, sehingga tampil halaman konfigurasi kelasan sebagai berikut:

  • Lengkapi semua isian form sesuai dengan informasi umum kelas kelas yang dibina.
  • Setelah semua format dan konfigurasi diatur, maka akhiri dengan mengklik tombol Simpan Perubahan.

2.  Upload Materi Kuliah

Setelah Model Ubah diaktifkan, maka akan muncul kelender akatifitas kelas pada setiap minggunya untuk 16 kali pertemuan. Semua kelender kelas tersebut dapat diisi oleh Instruktur dengan materi kelas atau bahan ajar lainnya yang sesuai dengan topik kelas untuk setiap minggunya.

Untuk mengisi materi kelas tersebut, maka dapat dilakukan proses upload data, yang dapat dilakukan dengan langkah‐langkah sebagai berikut:

  • Ambil salah satu minggu aktifitas yang akan diisi data kelas, klik kanan pada combo box yang bertulisan add a resource.

Terdapat banyak pilihan jenis file atau model materi yang dapat diupload oleh seorang Instruktur, antara lain:

Berbasis halaman text (text page)

Jika Instruktur ingin mengirimkan data kelas dalam bentuk data teks biasa (filenya akan menjadi berekstensi *.text), maka dapat dipilih opsi ini.

Untuk mengisi data teks ini, maka dapat dijelaskan bagian‐bagiannya sebagai berikut:

Nama: Isikan judul topik materi ajar yang akan ditulis

Penjelasan: Berikan penjelasan pengantar singkat tentang materi ajarnya

Teks: Isi data teks yang berisi penjelasan/uraian bahan ajar untuk satu minggu/sesi pertemuan

Berbasis halaman web (web pages)

Pada dasarnya konsep penulisan bahan ajar berbasis web ini tidak jauh berbeda dengan penulisan bahan ajar berbasis teks seperti tersebut di atas, hanya saja nanti halaman yang ditampilkan pada saat diakses oleh siswa akrab berupa data online berbentuk web, sehingga untuk mendownloadnya siswa dapat melakukan proses saving atau copy dan di paste pada aplikasi office semisal Microsoft Word.

Link ke File atau web site (link to a file or web site)

Pada metoda pertama dan kedua, seorang Instruktur pada saat menulis bahan ajarnya harus dalam  keadaan online, hal ini menungkin akan mejadi kendala karena online dalam jangka waktu lama akan membosankan apalagi jika ditambah dengan persoalan bandwidth yang macet. Maka mungkin akan sebaik mungkin bahan ajar tersebut ditulis terlebih dahulu oleh Instruktur, kemudian data yang telah dibuat diupload.

Metoda ketiga adalah Instruktur mempersiapkan materi ajar secara terpisah kemudian mengupad datanya ke server elearning. Langkah-langka mengupload data materi ajar dengan metoda ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

a)      Klik menu Link to afile or web site. Kemudian akan muncul halaman upload file, terlihat pada Gambar 3.12.

b)      Seperti halnya pada data teks, isi nama dan penjelasan singkat pengantar materi  kuliah, kemudian klik tombol Pilih atau Upload sebuah File, kemudian akan muncul halaman upload file seperti Gambar 3.13. Beberapa opsi yang tesedia :

  • Buat folder, pilih tombol ini jika pada satu materi kuliah akan terdapat lebih dari satu file yang akan diupload, misalnya dilengkapi dengan file pdf, ppt, gambar dan sebagainya, maka semus file tersebut kita tempatkan dalam satu folder yang sama.
  • Pilih semua, tombol ini digunakan untuk memilih file-file yang telah didaftarkan pada data upload atau folder
  • Hilangkan semua seleksi, digunakan untuk membatalkan pemilihan.
  • Upload file, digunakan untuk mengupload file ke server.

c)      Buat folder baru untuk materi ajar, misalnya materi 1 pada kelas Bahasa Inggris  diberi nama folder Tenses 1. Tuliskan nama Folder yang akan dibuat, kemudian klik tombol Buat. Buatlah folder yang sama, sesuai dengan kelas yang dibina oleh masing-masing Instruktur.

d)      Kemudian klik dua kali pada folder yang akan digunakan sebagai tempat penyimpan materi ajar, maka kemudian kita telah berada di dalam folder tersebut. Jika dibutuhkan sub forlder baru, maka sebuah sub folder dapat dibuat dengan mengklik tombol Buat Folder.  Jika tidak dibutuhkan folder baru di dalam folder ini, maka selnajutnya dapat dilakukan langkah untuk mengupload data, dengan mengklik tombol Upload File.

e)      Selanjutnya lakukan upload file, dengan menentukan lokasi dari file yang telah ditulis, klik tombol Browse. Tentukan lokasi file dan nama file yang akan diupload, akhiri dengan mengklik tombol Open.

Kemudian daftar file yang akan diupload akan tampak pada jendela upload file. Untuk mengupload, selanjutnya klik tombol Upload File ini

f)       Kemudian pada folder yang telah dibuat, akan terdaftar sebuah file yang akan diupload, beri tanda centang (√) pada file tersebut, kemudian klik menu Pilih, pada saat ini file tersebut telah terupload ke server.

g)      Jendela upload file pada saat  ini sudah dapat ditutup, karena pada halaman kerja  upload file, file yang akan disimpan ke server telah terdaftar. Akhiri dengan mengklik tombol Simpan Perubahan.

Pada saat ini file-file yang dibutuhkan untuk materi ajar telah selesai diupload, namun  jika kemudian terdapat file tambahan yang akan diupload, maka langkah–langkah tersebut di  atas dapat diulangi kembali, misalnya Instruktur akan melengkapi bahan ajarnya dengan file presenstasi dalam format *.ppt (Microsoft Powerpoint).

Pada halaman kelas  akan muncul informasi tentang materi ajar yang telah tersedia pada satu sesi kelas. Jika sekiranya bahan ajar tersebut telah ditulis untuk banyak modul dan banyak sesi kelas, maka dapat dilakukan langkah upload data  seperti tersebut di atas untuk minggu/sesi kelas lainnya.

3.  Mengedit Aturan Kelas

Instruktur adalah seorang adminitrator terhadap aktifitas kelas yang dilakasanakannya, maka oleh sebab itu Instruktur dapat menentukan siap saja yang berhak untuk mengikuti kelas ini, baik sebagai Instruktur pendamping, siswa maupun tamu (guest).

Untuk melakukan pengaturan ini, pada menu administrasi, klik menu Assign Roles, kemudian akan muncul halaman pengaturan aturan-aturan bagi user yang terlibat dalam kegiatan kelas ini, seperti terlihat pada Gambar 3.17.

Beberapa aturan yang dapat dikonfigurasi oleh Instruktur untuk menentukan siapa saja yang boleh berpartisipasi dalam kelas ini adalah:

a) Non Editing Teacher

Instruktur utama pembina kelas dapat mendaftarkan partner kerjanya (instruktur pendamping) yang dapat membantu pelaksanaan kegiatan kelas, tetapi instruktur ini tidak mempunyai hak untuk melakukan editing terhadap situs dan aktifitas kelas dari kelas yang dibina.

b) Student

Pengaturan kedua yang dapat dilakukan oleh Instruktur adalah mendaftarkan nama siswa yang telah terdaftar ke dalam sistem menjadi siswa yang diizinkan untuk mengikuti kelas kelas yang dibinanya.

c) Guest

Disamping itu jika sekiranya Instruktur berkeinginan untuk mendistribusikan materi ajarnya secara free untuk semua orang, maka  guest dapat diseting oleh Instruktur.

4. Pembuatan Group Kuliah

Kadang dari semua daftar siswa yang didaftarkan ke dalam kelas, ternyata terdapat sebuah kelas yang cukup besar, maka siswa tersebut dapat dibuat ke dalam kelomok-kelompok (group) kecil yang hanya terdiri dari 15–20 orang siswa.

Langkah–langkah untuk membuat group siswa, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a)      Klik menu Group pada jendela Administrasi Kelas, sehingga muncul jendela kerja untuk memanage group kelas. Seperti terlihat pada Gambar 3.18.

b)      Klik tombol Create Group, untuk membuat sebuah group kelas baru, sehingga akan terbentuk sebuah group kuliah baru, kemudaian isi form isian data group kelas sesuai kebutuhan.

c)      Selanjutnya pada jendela group, dapat didaftarkan siapa saja siswa yang akan tergabung di dalam group tersebut.

Selamat Mencoba…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: