Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Konsep atau Pemetaan pikiran untuk belajar

Posted by primastuti dewi on June 21, 2010

Banyak dari kita sudah mempelajari subyek garis besar
di dalam kasus belajar, seperti:

  1. Item pertama
  2. Item kedua
    1. sub item
    2. sub item
      1. sub sub item
      2. sub sub item
  3. item ketiga

Hal ini merupakan pendekatan yang bersifat sangat linear, namun tidak seperti kerjanya pikiran kita.

Kenapa pemetaan?

Sebaliknya, pikiran kita bekerja seperti web sites:
sekelompok halaman atau ide atau konsep yang dihubungan satu sama lain, atau berpindah sendiri ke kelompok atau web sites yang lain.

Pembelajaran mengkombinasikan apa yang telah anda ketahui dengan apa yang ingin anda ketahui, dan menghubungkan informasi baru ini ke dalam gudang pengetahuan kita. Ingatan kita kemudian memproses ?hubungan? baru ini dan mempersiapkan untuk digunakan sewaktu-waktu.

Suatu pemetaan pikiran berfokus pada satu ide;
Konsep memetakan bekerja dengan beberapa atau banyak hal.

Kapan memetakannya?

Mengorganizasi suatu subyek Melakukan pembelajaran yang “lebih mendalam”
Mengintegrasikan pengetahuan yang lama dan baru Merevisi and mempersiapkan untuk test
Mencatat
Menggantikan ide-ide baru dalam suatu struktur Mengingat kembali
Mengkomunikasikan ide-ide yang kompleks

Gunakan pemetaan untuk meletakkan hal-hal secara perspektif, menganalisa hubungan, dan untuk membuat prioritas.

Bagaimana saya melakukan pemetaan?
Mula-mula tolaklah ide dari suatu garis besar, atau paragraf yang menggunakan kalimat-kalimat.

Kemudian berpikirlah dengan kata kuncinya atau simbol-simbol yang mewakili ide dan kata-kata.

Ambilah sebuah pensil (anda akan menghapus!) dan selembar kertas kosong (tidak bergaris) yang besar atau gunakan papan tulis dan kapur (berwarna):

  • Tulislah kata yang paling penting atau ungkapan pendek atau simbol di bagian tengah.
    Pikirkan hal ini; lingkarilah.
  • Tuliskan kata-kata penting lainnya di luar lingkaran.
    (pikirkan halaman-halaman yang berhubungan dalam suatu web sites)
    Sisakan ruang kosong untuk mengembangkan pemetaan anda untuk:

    • pengembangan lebih lanjut
    • penjelasan
    • item-item yang berkaitan
  • Bekerjalah dengan cepat
    tanpa menganalisa pekerjaan anda.
  • Ubahlah fase pertama ini.
    Pikirlah mengenai hubungan item-item yang di luar dengan yang di tengah
    Hapus dan gantilah dan pendekkan kata-kata pada ide kunci ini
    Letakkan kembali item-item penting lebih dekat satu sama lain untuk pengorganisasian yang lebih baik
    Jika memungkinkan, gunakan warna untuk mengorganisasikan informasi
    Hubungkan konsep dengan kata-kata untuk memperjelas hubungan
  • Tetaplah bekerja di bagian luar
    Dengan bebas dan cepat tambahkan kata-kata kunci dan ide-ide lainnya (anda dapat selalu menghapus!)
    Berpikirlah secara tidak umum: rekatkan halaman-halaman secara bersamaan untuk memperluas pemetaan anda; pecahkan ikatan-ikatan yang ada
    Kembangkan ke mana arah topik membawa anda ? tak terbatas oleh ukuran kertas
    Ketika anda memperluas pemetaan anda, anda akan cenderung menjadi lebih spesifik dan detail
  • Singkirkan pemetaan tersebut
    Kemudian, lanjutkan pengembangan dan revisi
    Berhenti dan pikirlah mengenai hubungan yang anda kembangkan
    Perluas pemetaan sepanjang waktu (sampai ujian tiba!)
  • Pemetaan ini adalah dokumen pembelajaran pribadi anda
    Hal ini mengkombinasikan apa yang anda ketahui dengan apa yang anda pelajari dan apa yang mungkin anda butuhkan untuk melengkapi “lukisan” anda

Lihat juga pembahasan James Cook University’s (North Queensland, Australia) mengenai pemetaan pikiran pada

Konsep pemetaan awalnya berasal dari hasil karya David Ausubel (advanced organizers). Konsep teknik pemetaan dikembangkan oleh Joseph D Novak di Cornell. “Konsep pemetaan berasal dari gerakan pembelajaran yang disebut konstruktivisme. Pada umumnya, konstruktivisme menyatakan bahwa pengetahuan awal digunakan sebagai dasar untuk mempelajari pengetahuan yang baru. Pada intinya, bagaimana kita berpikir memepengaruhi bagaimana dan apa yang kita pelajari. Konsep pemetaan mengindentifikasikan cara kita berpikir, cara kita melihat hubungan antar pengetahuan.” Grayson H. Walker, Concept Mapping and Curriculum Design, Teaching Resource Center, The University of Tennessee at Chattanooga, http://www.utc.edu/Teaching-Resource-Center/concepts.html, (March 2, 2000).

Pemetaan pikiran dikembangkan oleh Tony Buzan: “The Mind Map Book: How to Use Radiant Thinking to Maximize Your Brain’s Untapped Potential”, Penguin Books, New York. Informasi lebih lanjut tersedia pada dokumen a Mind Mapping FAQ (Frequently Asked Questions). (http://www.ozemail.com.au/~caveman/Creative/Mindmap/index.html)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: