Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Archive for the ‘Art & Culture’ Category

pertunjukan teater di ruang terbuka, Kintir (Anak-anak Mengalir di Sungai), Seni Teku Jogja

Posted by primastuti dewi on June 14, 2010

Kintir (Anak-anak Mengalir di Sungai) merupakan produksi ke-9 Seni Teku, Yogyakarta. Pertunjukan teater ini digelar di ruang terbuka (outdoor) yang tidak dirancang khusus untuk pertunjukan, dengan konsep pengakraban terhadap ruang. Elemen-elemen fisik dari ruang terbuka, baik yang natural maupun arsitektural, diperlakukan sedemikan rupa, sehingga lakon menemukan aktualisasinya di ruang fisik yang selalu berbeda sekalipun. Pengakraban terhadap ruang ini ditekankan pada laku panggung, dengan penambahan unsur tata panggung yang minimalis, serta penonton yang dibebaskan memilih sudut pirsaannya, sehingga memunculkan kesan peleburan lakon dengan aspek natural dan arsitektural ruang serta penonton. Idiom pemanggungan dibangun dengan jalinan-jalinan hasil jelajah artistik dari idiom pemanggungan pertunjukan tradisi, realisme serta kontemporer, seperti gaya akting realis, tari tradisi, tembang, mantra atau doa Jawa, mbarang, musik elektrik, serta spektakel pertunjukan tradisi.

Dari segi teks lakon, Kintir (Anak-anak Mengalir di Sungai) dibangun dari pembenturan dua teks berbeda. Teks pertama bersumber dari Mahabharata, pada bagian kelahiran Dewabrata atau Bhisma. Dalam teks ini diceritakan Dewi Gangga yang turun ke bumi dengan tugas melahirkan delapan wasu yang dikutuk-pastu menjadi manusia. Tujuh anak yang lahir dari rahimnya dihanyutkannya ke sungai, kecuali anak terakhir, yaitu Dewabrata yang kelak dikenal sebagai Mahasenapati Bhisma. Teks kedua merupakan teks rekaan yang bercerita tentang seorang ibu tanpa suami yang melahirkan delapan anak. Anak-anak itu lahir dari hubungannya dengan kekasih, lelaki yang memperkosanya serta lelaki yang membayarnya. Ketujuh anaknya hilang tanpa diketahui sebabnya. Mungkin anak-anak itu hanyut di sungai atau tersesat di jalanan. Benturan kedua teks ini melahirkan peristiwa teatrikal yang tumpang tindih, dengan keberagaman emosi dramatik.

Seni Teku merupakan komunitas seni yang berdomisili di Yogyakarta, Indonesia, dengan aktivitas utamanya menciptakan seni pertunjukan. Didirikan di Yogyakarta pada 1 Maret 2005, Seni Teku menciptakan seni pertunjukan berdasarkan eksplorasi terhadap berbagai aspek dan bentuk folklor dari berbagai wilayah budaya tradisi yang ada. Seni pertunjukan yang tercipta dikomunikasikan kepada penonton dengan meminimalkan atau melenyapkan jarak antara pertunjukan dengan penonton.

Alamat:

Pondok Bambu Kuning, Cabean,

Jl. Parangtritis KM 7 Sewon, Bantul,

Yogyakarta 55188, Indonesia

seniteku@yahoo.com

081 5576 8373, 081 8262 570

Advertisements

Posted in Agenda Seni, Art & Culture | Leave a Comment »

I MISS YOU

Posted by primastuti dewi on March 11, 2010

i miss your smile
i miss your touch
i just miss you so much
i miss your kiss
i miss your hand in mine
i miss you all the time
i miss the way i felt in your arms
i felt like nothing to do me harm
then you left and i couldn’t cry
i felt like i wanted to die
i loved you
i held every thing above you
i got mad and cussed you out
and then i lost some thing that meant even more to me
i had lost a love and a friends
i see you every day
and still i love you in every day
i can not forget you cause
your always their in those halls were we went trough it all
I’ve lost the tears to cry
and no everyday i die a little inside

Posted in Poem | Leave a Comment »

Jagongan Wagen Edisi Nopember 2009

Posted by primastuti dewi on November 25, 2009

Jagongan Wagen Edisi Nopember 2009

Menyajikan pementasan oleh:

WAYANG KAMPUNG SEBELAH dari Surakarta

Sabtu, 28 Nopember 2009

19.00 WIB (Ruang Jagongan)

20.00 WIB (Pementasan)

Padepokan Seni

Dusun Kembaran RT 04, Kel. Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul – DIY

Terbuka untuk umum, tanpa tiket masuk

WAYANG KAMPUNG SEBELAH

Kekuatan seni menjadikan manusia memiliki kehidupan dalam dirinya

Kekuatan seni menjadikan manusia memiliki kemampuan merasakan hidupnya

Kekuatan seni menjadikan manusia memiliki kemampuan menciptakan hidupnya

Kekuatan seni menjadikan kehidupan manusia terasa lebih hidup

Kekuatan seni menjadikan manusia menghidupkan lingkungan kehidupannya

Dikarenakan memiliki seni, manusia memiliki kekuatan menghidupkan benda-benda yang ada di sekitar dirinya

Dikarenakan memiliki seni, manusia memiliki kekuatan menghidupkan kampung, kota , pedesaan, metropolitan

Dikarenakan memiliki seni, manusia memiliki kekuatan berbagi kehidupan dengan lingkungan di sekitarnya

WAYANG KAMPUNG SEBELAH, kekuatan manusia yang hidup dikarenakan seni

WAYANG KAMPUNG SEBELAH, kekuatan manusia yang dikarenakan seni memiliki kehidupan

WAYANG KAMPUNG SEBELAH, kekuatan manusia menciptakan kehidupan di dalam seni

WAYANG KAMPUNG SEBELAH, kekuatan manusia menghidupkan lingkungan yang ada di dalam kehidupan

Menonton WAYANG KAMPUNG SEBELAH, adalah melihat seni yang ada di sebelah kita

Mengapresiasi WAYANG KAMPUNG SEBELAH, adalah mempelajari kehidupan yang ada di sebelah kita

Melihat dan mempelajari pertunjukan WAYANG KAMPUNG SEBELAH, menemukan kehidupan di sebelah kampung atau di kampung sebelah, dalam perwujudan yang tidak jauh bersebelahan ataupun sangat bersebelahan

Minuman hangat cuma-cuma, tersedia di ruang Jagongan sebelum dan seusai pertunjukan. nJagong di JAGONGAN WAGEN, senang dan menyenangkan.

Pelaksanaan program Jagongan Wagen ini terselenggara bekerjasama dan didukung oleh:

Djarum Super On Art

Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit organization established in 2007 to manage Padepokan Seni as a performing arts center that advocates the arts as a medium for inclusive dialogue and learning. Serving artists and the general public, Padepokan Seni cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts.

Address:

Kembaran RT 04/RW 21 Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul

Yogyakarta – Indonesia

Tel/fax : 62 – 0274 – 376 394

E-mail : info@ybk.or.id

Website : http://www.ybk.or.id

Posted in Agenda Seni | Leave a Comment »

Konser Musik Rhythms Meeting_Jagongan Wagen edisi Februari 2009

Posted by primastuti dewi on February 3, 2009

Lembaga Indonesia Perancis ( LIP ) Yogyakarta dan Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) mengundang para penikmat musik dan pecinta seni untuk menghadiri gelaran program Jagongan Wagen, menampilkan pertunjukan musik Jazz oleh musisi dari Swiss, Indonesia, Prancis, Cina, USA & Maroko yang tergabung dalam proyek musikal RHYTHMS MEETING pada: Kamis 5 Februari 2009, Jam 19.30 WIB, bertempat di Padepokan Seni (rumah budaya YBK) Kembaran RT 04/RW 21, Kel. Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul – DIY

Konser musik pada gelaran Jagongan Wagen edisi bulan Februari ini, terselenggara berkat kerjasama dan dukungan Lembaga Indonesia Perancis ( LIP ) Yogyakarta yang mewujudkan pelaksanaan Rhythms Meeting di Yogyakarta. Mempertemukan musisi Jazz dari Prancis dan negara-negara lainnya dengan 2 musisi dari Yogyakarta, Djaduk Ferianto dan Purwanto pada rangkaian perjalanan proyek musikal ini. Acara ini didukung oleh : Wartajazz, Radio Eltira FM, Radio Sonora FM, Region de Lausanne, Loterie romande, Etat de Vaud 03/RP/REAL/09 Organization.

Sebagaimana pada penyelenggaraan program Jagongan Wagen lainnya, konser musik ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk.

RHYTHMS MEETING

Sebuah pertunjukan musik yang akan menyuguhkan penampilan penuh cita rasa musikal dan permainan panggung yang terinspirasi dari berbagai perjalanan, pertemuan dan karya cipta musikal. Lebih dari sekedar percampuran atau peleburan musik tradisional, Rhythms Meeting merupakan suatu pengalaman bermusik “spicy”, dimana setiap instrumen dan semua tradisi dihormati. Suatu dunia musik jazz yang mengejutkan dan cerdas, dengan sentuhan jazz New York , Swiss, Prancis, Cina dan Indonesia .

Rhythms Meeting yang digagas oleh musisi jazz François Lindemann, menjelajahi empat negara dalam waktu tiga bulan: Maroko , Indonesia , Thailand dan India . Selama perjalanan, ia bekerjasama dengan musisi-musisi setempat, dan mengajak mereka untuk terlibat dalam eksplorasi musikal yang mengangkat kekuatan dan kebersamaan kultural. Penampilan pada Jagongan Wagen nanti merupakan merupakan etape pertama dalam tur mereka di Indonesia, setelah sebelumnya berlangsung di Maroko, dan dilanjutkan perjalanan berikutnya ke Thailand .

9 Musisi yang akan menyuguhkan konser musik Rhythms Meeting adalah: François Lindemann (piano: Swiss), Jacques Schwarz-bart (Saksofon: US Prancis), Claude Tchamitchian (contrabass: Prancis), Ling Ling Yu (sitar, mandolin Cina), Sangoma Everett (drum: US Prancis), Aziz Boulaaroug (perkusi: Maroko), Abdelaziz El Achhab (biola: Maroko), Djaduk Ferianto (perkusi, vokal : Indonesia ), Purwanto (gamelan: Indonesia )

“Proyek musikal tersebut adalah untuk berbagi gagasan-gagasan atau fantasi saya tentang musik dari semua negeri-negeri itu,…berangkat dengan empat atau lima pemusik dengan dasar Barat tapi tidak harus orang Barat. Seorang penabuh drum Amerika keturunan Afrika, seorang pemain sitar (mandolin Cina), seorang musisi kontrabass dari Paris keturunan Armenia, seorang peniup saxofon dari Guadelup yang tinggal di New York dan saya, seorang pianis dan penggubah dari Swiss, Lausanne. Kami pergi berjumpa dengan para pemusik di Maroko, di Indonesia, di Thailand dan di India . Dan pada masing-masing tahapan ini kami bekerja dengan berdiam di tempat itu, dengan dua pemusik yang saya pilih sebagai“ semacam pasangan “yang satu di antaranya sangat “etnik“’ yang benar-benar mengetahui musik tradisional negerinya dan satu lagi yang juga mengenalnya tapi dengan sudut pandang beda, maksudnya pernah bekerja dengan pemusikpemusik Barat dari jenis rock, jazz, blues atau klasik. Di tiap tempat, kami bekerja dengan para pemusik itu dan lalu kami membawa mereka untuk perjalanan berikutnya ke negeri lain, jadi kami berangkat berlima, lalu bertujuh di negeri pertama dan jumlah kita sekarang mencapai tiga atau empat belas!

Semua itu benar-benar sangat beda dengan, misalnya, proyek Thai yang saya laksanakan di 1998, ketika satu kelompok berjumpa dengan kelompok lain. Ini adalah suatu situasi manusiawi beda dan saya suka sekali pengambilan risiko ini, tempat tiap orang dihadapkan pada musik dan pada budaya orang lain. Saya tidak suka pada yang diberi cap “world music.” Mengambil musik-musik etnik di seluruh dunia, kemudian memformatnya dengan sedikit irama beat, disko, sedikit perasan sintetiser untuk menenggelamkan semua itu dan untuk menjualnya. saya tak tertarik ! Saya benci cap, saya tidak akan datang dengan satu kelompok jazz yang akan menjual wewangian eksotik. Saya juga tidak ingin memainkan musik tradisional Maroko, Jawa, Thailand atau India . Itu benar-benar merupakan semacam konfrontasi dan inter-penetrasi terhadap berbagai jenis musik beda. Selalu ada momen-momen saat hal tersebut akan berperan, karena ada rumpun irama di dunia, ada rumpun alat musik dan keluarga warna dan jenis nada yang tidak bisa dikawinkan, dan sudah barang tentu akan ada juga berbagai benturan. Benturan-benturan itu tidak selalu akan bisa dihilangkan, kita juga akan membiarkannya dalam pertunjukan, — itu akan menimbulkan gesekan — itu akan membuat musiknya tidak lagi mulus — pada saat-saat tertentu kurang elok dan hanya bagus bagi satu pihak, tapi, apakah hidup itu selalu bisa dikonsumsi layaknya sirup?

Cuplikan wawancara dengan François Lindemann

François Lindemann

(Komposer, piano, piano elektrik)

Lahir di Lausanne tahun 1950. Ia adalah pendiri Piano Seven. Sudah tak terhitung lagi konser dan festival yang pernah diikutinya di Swiss, Prancis , USA dan Asia . Sebagai composer semua pelatihan yang dipimpinnya sejak lebih dari 30 tahun, ia telah banyak membuat rekaman dan bermain dengan Daniel Humair, Alvin Queen, Curtis Fuller, Glenn Ferris, Carla Bley, Longineu Parsons, Erik Truffaz, Tewan, Robin Eubanks, Steve Swallow dan Woody Shaw. Pemenang penghargaan dari Fondation Vaudoise untuk promosi dan Kreasi Artistik tahun 1997. Banyak CD dengan namanya, yang juga berisi musik teater dan balet kontemporer. Ia juga sangat menggemari petualanganpetualangan musikal antar etnik dengan seniman-seniman tradisional terutama dari Asia Tenggara. Sudah tak terhitung lagi konser dan festival yang pernah diikutinya di Swiss, Prancis , USA dan Asia . Sebagai pemimpin dan penggagas dari banyak petualangan musikal, trio-trio, kuartet-kuartet dan oktetnya, ia memasukkan ke dalam ensembel-ensembelnya satu grup yang terdiri dari empat alat tiup dari Alpen tahun 1991, perkusi-perkusi dari Asia pada solonya tahun 1993, atau musisi-musisi dari Afrika Utara pada kuartetnya tahun 2000, dll. Ia juga adalah « penemu » Piano Seven, ensembel 7 Steinway. Sebagai komposer semua pelatihan yang dipimpinnya sejak lebih dari 30 tahun, ia telah banyak membuat rekaman dan bermain dengan Daniel Humair, Alvin Queen, Curtis Fuller, Glenn Ferris, Carla Bley, Longineu Parsons, Erik Truffaz, Tewan, Robin Eubanks, Steve Swallow dan Woody Shaw. Selama perjalanan workshop mereka di Indonesia semua kegiatan mereka juga masuk dalam proyek film dokumenter oleh Laurent Charles dari Mythologies de mon voisin yang telah melakukan riset sejak bulan April 2008 tentang Jazz di Indonesia.

Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit organization established in 2007 to manage Padepokan Seni as a performing arts center that advocates the arts as a medium for inclusive dialogue and learning. Serving artists and the general public, Padepokan Seni cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts.

Address:

Kembaran RT 04/RW 21 Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul

Yogyakarta – Indonesia

Tel/fax :  62 – 0274 – 376 394

E-mail :    info@ybk.or.id

Website : www.ybk.or.id


Posted in Agenda Seni | Leave a Comment »

Pertanyaan Yang Sama

Posted by primastuti dewi on February 2, 2009

teman ku menulis puisi..

tentang ibunya yang selalu bertanya “Nak… kapan kawin”

dan dia menjawab “bukankah dulu ibu berpesan agar aku menjaga virginitas ku, lalu kenapa ibu bertanya tentang itu sekarang”

sementara ibu ku selalu bertanya “Nak.. apa tidak pengen kawin”

aku menjawab..

ibu aku sudah kawin…. lebih dari 100x dengan 100 laki laki dari banyak negara…

ibu ku menahan nafas…. aku tersenyum

batam 2 Feb 09

Posted in Poem | 1 Comment »

WORKSHOP MUSIK Dr. CRAIG WOODSON – USA

Posted by primastuti dewi on January 29, 2009

WORKSHOP MUSIK Dr. CRAIG WOODSON – USA Program Muara – Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) I. PENGANTAR YBK bekerjasama dengan UCLA Center for Intercultural Performance akan menyelenggarakan workshop musik bersama Fasilitator Dr. Craig Woodson dari Amerika Serikat. Workshop musik yang diselenggarakan sebagai bentuk pelaksanaan program Muara ini, ditujukan kepada komunitas seni: pelaku seni, pencipta karya seni, pengajar seni (formal & non formal) dan aktivis seni. Pelaksananan workshop bertujuan tidak semata untuk mempelajari metode/teknik pengelolaan dan permainan seni musik yang dikembangkan oleh Dr. Craig Woodson, tetapi juga mempelajari potensi dan kekuatan media seni (musik) bagi proses pertumbuhan dan pengembagan kemampuan (kreativitas). Yayasan Bagong Kussudiardja YBK adalah lembaga nirlaba yang mengelola Padepokan Seni, sebuah rumah budaya di Yogyakarta yang menjalankan peran kunci dalam mempererat pertalian seni dengan masyarakat, serta mewujudkan seni pertunjukan sebagai media dialog dan pembelajaran untuk merangsang kegairahan kreativitas komunitas seni dan masyarakat. Program Muara adalah fasilitasi dialog kreatif lintas media seni dan lintas budaya. Program ini bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan pengetahuan (artistik dan non artistik) komunitas seni, melalui proses dialog untuk mempelajari dan memahami keberagaman serta perkembangan bentuk seni, ketrampilan teknis, metode penciptaan karya seni pertunjukan, serta pengaruh sosial kultural yang menjadi latar belakang seniman. II. PELAKSANAAN WORKSHOP Waktu : Selasa, Rabu dan Kamis, Tanggal 3 s/d 5 Februari 2009 Pukul 09.00 WIB s/d 12.00 WIB Tempat : Padepokan Seni Kembaran RT 04/RW 21 No. 148 Tamantirto, Kec. Kasihan Kab. Bantul – DI Yogyakarta III. PESERTA WORKSHOP Peserta workshop terbuka untuk komunitas seni (pelaku seni, pencipta karya seni, pengajar seni dan aktivis seni) dari semua bidang/media seni. Jumlah peserta workshop maksimal 20 orang. a. Usia lebih dari 20 tahun b. Bersedia mengikuti pelaksanaan workshop sesuai dengan jadwal yang tersebut di atas. c. Tidak dipungut biaya (gratis) IV. PENDAFTARAN PESERTA WORKSHOP a. Mengisi formulir pendaftaran yang bisa diperoleh di website YBK: http://www.ybk.or.id atau melalui e-mail: info@ybk.or.id b. Mengirimkan kembali formulir pendaftaran yang telah diisi dengan lengkap, disertai fotocopy atau scan kartu identitas diri yang masih berlaku, selambat-lambatnya pada tanggal 31 Januari 2009. Formulir pendaftaran dikirimkan ke YBK melalui: pos, fax, e-mail atau langsung diantar ke kantor YBK pada hari Senin – Sabtu (10.00 WIB s/d 17.00 WIB) c. Pendaftaran ditutup apabila jumlah peserta telah mencapai 20 orang. d. YBK akan menghubungi kembali peserta yang telah terdaftar, untuk memberitahukan hal-hal teknis pelaksanaan workshop pada tanggal 1 Februari 2009. V.FASILITATOR Dr. Craig Woodson (Ethnomusic, Inc), adalah seorang musikolog, edukator, penulis, musisi, konsultan, dan pembuat intrumen musikal, dan memegang gelar Ph.D. di bidang musik dari Universitas of California Los Angeles. Ia mempelajari musik dunia dan musik Barat bersama seorang master guru/ musisi termasuk Murray Spivak, Mel Lewis, Tony Williams, Kwasi Badu, dan Tanjore Ranganathan. Ia memiliki pengalaman mengikuti pelatihan di Orff-Schulwerk dan Dalcroze Eurhythmics, serta ikut sebagai anggota Dewan Penyantun pada dua lembaga tersebut. Spesialisasinya pada pembuatan instrumen musik, teknik perkusi Afrika dan etnomusikologi, telah membawa dirinya ke dalam usaha musik dengan nama perusahaan Ethnomusic, Inc. pada tahun 1974. Pada tahun 1980-an, ia mulai presentasi sebagai pengajar seni dan dosen di sekolah dan akademi pada bidang world music, perkusi Afrika dan musik perkusi yang berasal dari seluruh belahan dunia. Program-program itu meliputi pertemuan interaktif dan aplikatif, serta workshop yang mengutamakan pembuatan alat musik yang mudah untuk dikerjakan. Dr. Woodson telah melakukan fasilitasi program dan workshop tersebut kepada lebih dari 300,000 siswa tingkat TK dan SD, serta ribuan guru pengajar. Ia juga pernah memfasilitasi ‘drum circles’ (perkusi drum komunal) dan workshop mengenai perkusi yang berasal dari seluruh belahan dunia. Pada tahun 1991, Dr. Woodson mulai menggunakan karya alat musik sederhana pada acara family concert, bersama dengan kelompok musik orchestra yang terkenal (National Symphony Orchestra, Cleveland Orchestra, Los Angeles Philharmonic, dan ensembles termasuk Kronos Quartet). Pada acara family concert, setiap penikmat musik juga terlibat dalam pembuatan alat musik yang sederhana selama konser berlangsung, dan ikut bermain pada komposisi khusus. Dr. Woodson telah pula menerbitkan banyak artikel dan baru saja menyelesaikan The Roots of Rhythm. Sebuah kurikulum dalam 3 edisi, termasuk 2 CD (musik interaktif) untuk memperkenakan 15 alat musik perkusi dari seluruh belahan dunia melalui pelajaran sejarah, geografi, program kesadaran kebudayaan, dan musik yang ditujukan kepada siswa tingkat TK s/d SD. Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit organization established in 2007 to manage Padepokan Seni as a performing arts center that advocates the arts as a medium for inclusive dialogue and learning. Serving artists and the general public, Padepokan Seni cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts. Address: Kembaran RT 04/RW 21 Tamantirto Kec. Kasihan, Kab. Bantul Yogyakarta – Indonesia Tel/fax : 62 – 0274 – 376 394 E-mail : info@ybk.or.id Website : http://www.ybk.or.id

Posted in Agenda Seni | Comments Off on WORKSHOP MUSIK Dr. CRAIG WOODSON – USA

Risky Summerbee & the Honeythief Concert

Posted by primastuti dewi on December 10, 2008

download1

Posted in Agenda Seni | Leave a Comment »

Tari Kontemporer di Jagongan Wagen edisi Nopember 2008

Posted by primastuti dewi on November 26, 2008

11

Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) is a non-profit performing arts center in Yogyakarta that advocates the performing arts as a medium for inclusive dialogue and learning in order to stimulate the creativity of artists and the general community. Serving artists and the general public, YBK cultivates learning processes through and about the arts by presenting works of artists, facilitating their professional development, and devising programs that increase community engagement with the arts.

Address:

Kembaran RT 04/RW 21 Tamantirto

Kec. Kasihan, Kab. Bantul

Yogyakarta – Indonesia

Tel/fax :  62 – 0274 – 376 394

E-mail :    info@ybk.or.id

Website : www.ybk.or.id


Posted in Agenda Seni | Leave a Comment »

Laki Laki Itu Mengaku Sebagai JamaL

Posted by primastuti dewi on November 26, 2008

1


Teater Garasi; Laboratory of Theatre Creations
Jl. Bugisan Selatan No. 36 A
Tegal Kenongo Yogyakarta 55181 Indonesia
Phone/Fax. +62 274 415844
E-mail: garasi@teatergarasi.org
Homepage: www.teatergarasi.org


Teater Garasi; Laboratory of Theatre Creations
Jl. Bugisan Selatan No. 36 A
Tegal Kenongo Yogyakarta 55181 Indonesia
Phone/Fax. +62 274 415844
E-mail: garasi@teatergarasi.org
Homepage: www.teatergarasi.org

Posted in Agenda Seni | Leave a Comment »

“Ophelia; Rahasia Kolam Kematian” – Jakarta (7 – 8 Nov ’08) – Lampung (12 – 13 Nov ’08)

Posted by primastuti dewi on November 3, 2008

Posted in Agenda Seni | Leave a Comment »