Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Archive for the ‘Poem’ Category

I MISS YOU

Posted by primastuti dewi on March 11, 2010

i miss your smile
i miss your touch
i just miss you so much
i miss your kiss
i miss your hand in mine
i miss you all the time
i miss the way i felt in your arms
i felt like nothing to do me harm
then you left and i couldn’t cry
i felt like i wanted to die
i loved you
i held every thing above you
i got mad and cussed you out
and then i lost some thing that meant even more to me
i had lost a love and a friends
i see you every day
and still i love you in every day
i can not forget you cause
your always their in those halls were we went trough it all
I’ve lost the tears to cry
and no everyday i die a little inside

Advertisements

Posted in Poem | Leave a Comment »

Pertanyaan Yang Sama

Posted by primastuti dewi on February 2, 2009

teman ku menulis puisi..

tentang ibunya yang selalu bertanya “Nak… kapan kawin”

dan dia menjawab “bukankah dulu ibu berpesan agar aku menjaga virginitas ku, lalu kenapa ibu bertanya tentang itu sekarang”

sementara ibu ku selalu bertanya “Nak.. apa tidak pengen kawin”

aku menjawab..

ibu aku sudah kawin…. lebih dari 100x dengan 100 laki laki dari banyak negara…

ibu ku menahan nafas…. aku tersenyum

batam 2 Feb 09

Posted in Poem | 1 Comment »

From Saut Situmorang To Me

Posted by primastuti dewi on October 10, 2008

Kau Yang Menggetarkan 1

aku adalah kupu kupu yang tersesat ke gelap malam

mencari harum amawar yang mekar sekejap

disela paha mu

layu jadi gerhana bulan dalam mimpi kanak kanak mu

akulah kata yang menolak masuk dalam igauan birahi bulanan mu

bulan menyinari Tubuh Telanjang mu dikaca jendela kamar

dan kau jadi kupu kupu

harum mawar liar terjerat dalam pelangi mimpi sepiku

tersenyumlah pada cicak yang tidur dalam kelam rambut mu

Kau Yang Menggetarkan 2

Kalau kau ada disegala tempat dimana aku ada,

kenapa masih bertanya tentang meleburkan diri atau menjauh pergi!

malam disini dingin, cuma ada suara angin

yang mempermainkan daunan dan atap rumah

mengingatkan ku betapa indah cinta yang mampu membuatmelupakan fana kata kata

antara aku dan kau terbentang samudra kata kata,

o Imaji…. dimanakah akan ku dapat perahu mimpi untuk melayariya?

aku ingin terbakar sampai mampus oleh birahi yang tak putus putus, dimana pun cinta terendus!

Kau Yang Menggetarkan 3

Aku tak mau jadi mercusuar pelayaranmu,

mercusuar yang sendiri dalam dingin malam malam kesepiannya,

yang melihat perahumu menghilang dibalik kabut pulau pulau karang di kaki langit yang jauh tak terjangkau

aku mau jadi kibar layar perahu yang membawamu ke teluk yang paling putih pasirnya,

paling lembut lambaian nyiurnya

tanpa mercusuar penanda pengingat bencana!

akupun menolak jadi bintang penunjk mata angin malam pelayaranmu,

bintang yang begitu kecil begitu jauh dari lentik jari jari malam mu.

kibarkanlah aku sepenuh tiang dijantung perahu layar mu!

kenapa takut pada bayang malam di buih ombak,

pada bayang badai diwajah bulan?

dengarlah nyanyian kibar layar di seluruh perahu,

diangin samudera,

menjanjikan teluk yang paling putih pasirnya paling lembut lambai nyiurnya,

dengarlah!

Posted in Poem | 1 Comment »

KAU KALAH

Posted by primastuti dewi on May 31, 2008

KAU KALAH

 

Kau tatap mata ku, Ku tatap mata mu

Saling mencari celah untuk menerobos

Kau tawarkan senyum mu, ku berikan senyum ku

Awal yang manis

Kau suguhkan ramah mu, ku kenalkan ceria ku

Perjalanan yang menyenangkan

Kau tunjukkan lantai mu yang tanpa alas, ku bentangkan permadani diatasnya

Kita saling mengisi

Kau tunjukkan belang mu, ku tutup dengan kain ku

Agar orang lain tak perlu melihat

Kau luapkan amarah mu, ku redakan dengan embun pagi

Tumpah semua  dalam rangkaian lalino emosi mu, kau menang dengan darah ku

Andai kau mengerti,

kemenangan mu itu adalah sebenar-benarnya kekalahan

Dan aku tetap tersenyum untuk mu…

 

 

                                         Bosan ku katakan pada mu, tunjukkan otak mu bukan otot mu

                                                                                               Prims

                                                                                          05-02-04

Posted in Poem | 2 Comments »

~HIV~

Posted by primastuti dewi on May 31, 2008

“HIV”

Aku hanya ingin memegang tangan mu jika kau tahu..

Aku rindu degup darah dekat ku dengar

Dengan sedikit obrolan penutup malam

Semoga waktu berhenti sesaaat, agar aku bisa melihat sekilas sketsa dimatamu

Duduklah barang satu dua meter dekatku.

Tak apa kau sedikit jauh, asal kita bisa ngobrol tentang sketsa kehidupan

Aku yahu, aku adalah sampah dengan ribuan lalat menjerit

Jika kau tahu,

Hanya saja aku ingin memandang wajahmu

Ketika mati takj sedikitpun beranjak dari kelopak matau yang teduh

”AIDS”

Apakah ini benar, ribuan kutuk dari ribuan burung-burung ababil ??

Ketika dunia datang dengan sribu serigala mencabik?

Kau datang diperempatan itu,

Dikala lampu remang dengan sribu nafsu mengerang

Awan tetap berjalan, hanya saja api itu terus menjalar

Melewati selokan, mall-mall, ladang-ladang kesepian

Kau datang tuk sekedar kabarkan, laju matahari yang sebentar tenggelam

Mengajak aku tuk memandang dedaunan lepas mengering

Tinggal sunyi dan sribu kenangan menjemput

Tak ada yang bisa ku lakukan hari ini, kecuali menggores lemah

Pada cakrawala resah dan hatiku gemetar

Sesuatu yang ingin benar kukatakan

Aku catat dalam sisa nafas yang melepas

Meski pintu itu sebentar lagi kau tutup                                                                                                            Mangkuyudan 3 nov 04A. ginandjar wilujeng

Posted in Poem | 3 Comments »

Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu

Posted by primastuti dewi on May 31, 2008

Dibawah selimut kedamaian palsu

 

Apa guna punya ilmu tinggi

Kalau hanya untuk mengibuli

Apa guna banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

 

Dimana mana moncong senjata

Berdiri gagah

Kongkalikong

Dengan kaum cukong

 

Didesa desa

Rakyat dipaksa

Menjual tanah

Tapi,tapi, tapi…..dengan harga murah

 

Apa guna punya ilmu tinggi

Kalau hanya untuk mengibuli

Apa guna banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

                                                                                                                                                                     Wiji tukul

Posted in Poem | Leave a Comment »

Pengungsi

Posted by primastuti dewi on May 31, 2008

Pengungsi

 

Ini dada kami

Setegas gelas, serapuh kasa tua

Dapat dengan mudah kau pecahkan atau kau robek

Apalagi jika kau bidik dengan senjata

Dan kau koyak dengan runcing tombak

 

Setelah itu, di rongga yang dalam

Akan kau temukan darah menghitam

Yang mengalirkan nyeri hantaman ratusan tahun

 

Jika kau masih haus pada anyirnya

Tenggaklah sekalian mengunyah jantungnya

Bagus pula mengemasnya dalam labu

Lalu berteriak “kami mengalahkan pengacau!!!”

 

Kami hanya pengungsi yang turun ke kaki gunung

Pendatang yang tiba dipinggir laut

Orang yang lama melata dijalanan kota

Atau baru muncul dari balik waktu

 

Tapi ini adalah dada kami

Berbaris melingkari mu

 

Nenden Lilis A, 1999

Posted in Poem | Leave a Comment »

KENANGAN ANAK ANAK SERAGAM

Posted by primastuti dewi on May 31, 2008

Kenangan anak anak seragam

 

Pada masa kanak kanak ku

Setiap jam 7 pagi

Aku harus berseragam

Bawa buku, harus Mbayar

Kesekolah

 

Katanya aku bodoh

Kalau tidak bias menjawab

Pertanyaan guru

Yang diatur kurikulum

 

Aku dibentak, dinilai buruk

Kalau tidak bisa mengisi dua kali dua

Aku harus menghafal

Mataku mau tak mau harus dijejali huruf huruf

Aku harus tahu siapa presidenku

Aku harus tahu ibukota negaraku

Tanpa aku tahu apa maknanya bagiku

 

Pada masa kanak kanak ku

Aku jadi seragam

Buku pelajaran sangat kejam

Aku tidak boleh menguap dikelas

Aku harus duduk menghadap papan didepan

Sebelum bel tidak boleh mengantuk

 

Tapi

Hari ini

Setiap orang boleh memberi pelajaran

Dan aku boleh mengantuk

                                                                 Wiji Thukul, Sarang jagat teater, 19 januari 88

Posted in Poem | Leave a Comment »