Primastuti Dewi.R

About Life, Religion, Art, Science, Social, Culture, and More

Religion

Kawan kawan…

dosa yang kita lakukan, haruslah di imbangi dengan kebaikan kebaikan..

itulah alasan kenapa aku buat halaman ini, agar aku dan kawan kawan ada semacam siraman rohani.. begitulah maksud dari ku buatnya bagian ini

something to share ……….


WAKE UP TO FAJR SHOLAH

A man woke up early in order to pray the Fajr Prayer at the masjid. He got dressed, made his ablution and was on his way to the masjid. On his way to the masjid, the man fell and his clothes got dirty.

He got up, brushed himself off, and headed home. At home, he changed his clothes, made his ablution, and was, again, on his way to the masjid.

On his way to the masjid, he fell again and at the same spot! He, again, got up, brushed himself off and headed home. At home he, once again, changed his clothes, made his ablution and was on his way to the masjid.

On his way to the masjid, he met a man holding a lamp. He asked the man of his identity and the man replied I saw you fall twice on your way to the masjid, so I brought a lamp so I can light your way.’ The first man thanked him profusely and the two were on their way to the masjid.

Once at the masjid, the first man asked the man with the lamp to come in and pray Fajr with him. The second man refused. The first man asked him a couple more times and, again, the answer was the same. The first man asked him why he did not wish to come in and pray. The man replied,
‘I
am
Satan (devil/evil)’

The man was shocked at this reply. Satan went on to explain, ‘I saw you on your way to the masjid and it was I who made you fall. When you went home, cleaned yourself and went back on your way to the masjid, Allah forgave all of your sins.
I made you fall a second time, and even that did not encourage you to stay home,
but rather, you went back on your way to the masjid.
Because of that,
Allah forgave all the sins of the people of your household ..

I was AFRAID if i made you fall one more time, then Allah will forgive the sins of the people of your village , so i made sure that you reached the masjid safely!’

So do not let Satan benefit from his actions. Do not put off a good that you intended to do as you never know how much reward you might receive from the hardships you encounter while trying to achieve that good.

IBLIS TERPAKSA BERTAMU KEPADA RASULULLAH SAW DARI MUADZ BIN JABAL DARI IBN ABBAS

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.

Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah

Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.

Siapa yang memaksamu?

Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.

OrangYang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “ Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

Siapa selanjutnya?

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

lalu siapa lagi?

Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

Lalu siapa lagi?

Orangyang selalu bersuci.

Siapa lagi?

Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.

“apa tanda kesabarannya?

Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orangorang yang sabar.

Selanjutnya apa?

Orang kaya yang bersyukur.

apa tanda kesyukurannya ?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?


“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.

Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.

Usman bin Affan?

Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”

Ali bin Abi Thalib?

Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?

aku merasa panas dingin dan gemetar.

Kenapa?

Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.

“Jika seorang umatku berpuasa?

Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”

Jika ia berhaji?

Aku seperti orang gila.

“Jika ia membaca al-Quran?

Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.

Jika ia bersedekah?

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji
.”

mengapa bisa begitu?

sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.

apa yang dapat mematahkan pinggangmu?

suara kuda perang di jalan Allah.

Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?

taubat orang yang bertaubat.

apa yang dapat membakar hatimu?

istighfar di waktu siang dan malam.”

Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“sedekah yang diam – diam.

Apa yang dapat menusuk matamu?

Shalat fajar.

Apa yang dapat memukul kepalamu?

Shalat berjamaah .”

Apa yang paling mengganggumu?

Majelis para ulama.

bagaimana cara makanmu?

dengan tangan kiri dan jariku.

dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?

di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?

Pemakan riba.

Siapa sahabatmu?

“Pezina.

Siapa teman tidurmu?

Pemabuk..”

Siapa tamumu?

Pencuri.

Siapa utusanmu?

Tukang sihir.

“Apa yang membuatmu gembira?

Bersumpah dengan cerai.”

Siapa kekasihmu?

Orangyang meninggalkan shalat jumaat

Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?

orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja
.”

IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.

Iblis segera menimpali:” tidak , tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas
.”

Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orangorang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah ari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku. ..

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hnaya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

10 macam

apa saja?”

aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. akujuga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “Orangorang bros adalah saudara  – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca, “ Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: “ wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.


MATEMATIKA GAJI DAN LOGIKA SEDEKAH

Oleh A. Muttaqin

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa
memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut
saya,
sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan
kami
mengalir lancar.

Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram
sebuah LSM
bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru
mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan
dari pria
ini.

Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena
penampilannya
rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga,
Mas Ajy
berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras
kenyataan
hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas
saya lihat
dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi
dan
memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan
sekolah
lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada
perbedaan
mencolok. Kami sama-sama bernasib "guru" yang katanya pahlawan tanpa
tanda
jasa.
Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap
hidupnya yang
amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.

Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai
seorang
isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan
seorang adik
yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA. Sering pula Mas Ajy
menggenapi belanja
kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan
matematika
gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya
dikalikan 3
kali dari jumlah yang diterimanya.

"Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi
non
matematis dan di luar angka-angka logis.."

"Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?"

"Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit.
Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya
nilai gaji
setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata,
bagaimana
mau sedekah, untuk kita saja kurang."

"Kenyataannya memang begitu kan Mas?", kata saya mengiayakan.
"Mana
mungkin dengan
gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi."
Saya mencoba
menegaskan pernyataan awalnya.

"Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar
dari medium
itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu.
Makan bakso
enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis,
berapa sisa
uang kita?"

"Tidak ada. Habis." jawab saya spontan.

"Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan
seribu
rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga."

Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada
jawaban
pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu
rupiah? Dari
mana sisanya?

"Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah
diberikan pada
pengemis ", saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.

"Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah
tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang
seribu itu
dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’
keberkahan untuk
kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu
pengemis.
Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar
Allah.
Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat.
Sesungguhnya
yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es
campur itu,
ujung-ujungnya masuk WC."

Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya.
Sebegitu dalam
penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di
tengah-tengah kita
yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya
sanggup
dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang
berlimpah
harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia
merasa masih
kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.

Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola
hubungan
anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin
menggarisbawahi, bahwa
berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua,
belum bisa
membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan
sayangnya
dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak
nilai
yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.

"Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai metematis
dengan dimensi
sedekah itu?".

"Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi
sebaliknya
menjadikan ia kaya. Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi
percayalah
pada keluasan rizki. Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas. Dan
yang
terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur". Saya semakin
tertegun

Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan.
Terlalu
jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya
tentang
materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua
penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan
membukakan
perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya
mendapatkan
satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan
mencari
butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.

***

Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur'an. Telah beberapa waktu
saya
acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya.
Spontan saya
buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy. Allah
mengingatkan
saya kembali:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di
jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh
bulir, pada
tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa
yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
(Terjemah QS.
Al-Baqarah [2] 261

JUJUR pada RASA SYUKUR

Siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk, ajaknya. Oke,
jawabku. So
she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange building. Selepas
SCBD, kami
masih belum ada ide mau makan dimana. Ide ke soto pak Sadi segera
terpatahkan begitu
melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang.

Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Bisa makan di mobil
soalnya. Sampai di sana masih sepi. Baru ada beberapa mobil. Kami masih
bisa milih
parkir yang enak. Mungkin karena masih pada jumatan. Begitu parkir,
seperti biasa,
joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa, minum apa. Kami pesan dua
porsi
gado-gado + tehbotol.

Sambil menunggu pesanan, kami pun ngobrol. So, ketika tiba2 ada seorang
pemuda lusuh
nongol di jendela mobil kami, kami agak kaget. "Semir om?", tanyanya.

Aku lirik sepatuku. Ugh, kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri?
Aku sendiri
lupa. Saking lamanya. Maklum, aku kan karyawan sok sibuk... Tanpa sadar
tanganku
membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Dia menerimanya lalu membawanya ke
emperan sebuah rumah. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Tempat
yang
cukup teduh. Mungkin supaya nyemirnya nyaman.

Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan
pemuda tadi
nyemir sepatuku. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu.

Umur sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Biasanya
pemuda umur
segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet, ya jadi pak ogah atau
pengamen.

Pandangan matanya kosong. Absent minded. Seperti orang sedih. Seperti ada
yang
dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kadang2 matanya
melayang ke
arah mobil-mobil yang hendak parkir, (sudah mulai ramai). Lalu
pandangannya kembali
kosong.

Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Tentang kira2 umur dia
berapa, pagi
tadi dia mandi apa enggak, kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan
saat dia
selesai menyemir. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Belum lagi dia
kubayar, dia
bergerak menjauh, menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami.

Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil.
Menawarkan jasa.
Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Pergi ke mobil
satunya.
Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Menawarkan lagi.
Ditolak lagi. Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami juga merasakan
penolakan
itu. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan.

Tiba-tiba kami tersadar. Konyol ah. Who said life would be fair anyway.
Kenapa jadi
kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus merasakan kondisi orang lain?
hihihi... Perbincangan pun bergeser ke topik lain.

Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi, masih menenteng kotak
semirnya di
satu tangan, mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya.
Bahkan, selain
penolakan, di beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga. Akhirnya
dia
kembali ke bawah pohon. Duduk di atas kotak semirnya. Tertunduk lesu...

Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku bayar. Kulambai dia.
Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Uang sisa parkir. Lalu
kuberikan kepadanya. Soalnya setahuku jasa nyemir biasanya 2 ribu rp.

Dia berkata kalem "Kebanyakan om. Seribu aja". BOOM. Jawaban itu
tiba-tiba
serasa
petir di hatiku. It-just-does- not-compute- with-my-logic! Bayangkan,
orang seperti
dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya.

Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rp yang dia
kembalikan.
Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? But, dia merasa cukup
dibayar segitu.

Pikiranku tiba-tiba melayang. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Betapa aku masih
sedemikian kerdil. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku.
Padahal
keadaanku sudah -jauh- lebih baik dari dia.

Allah sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilaku-ku belum seberapa
dibandingkan
dengan pemuda itu, yang dalam kekurangannya, masih mau memberi, ke aku,
yang sudah
berkelebihan.

Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. Siang ini aku seperti
diingatkan.
Bahwa kejujuran itu langka.

Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri, kepada orang lain, dan
kepada Allah
?


5 Responses to “Religion”

  1. Sip isinya, tapi kepanjangan nyusunnya🙂

  2. si fulan said

    that`s right…
    sedikit saran :
    cari satu tema ulas secara ringkas menurut mata hati & pengetahuanmu ….. begitu seterusnya dgn tema2 yang kamu sukai….. dengan begitu aku akan melihat indahnya kebenaran dari bibir indahmu………………………………….

    aku yang pernah mengenalmu…………………

  3. primastuti dewi said

    welcome ardiansyahok
    thanks for visit my home in cyber

  4. ardiansyahok said

    seeeppp… satuju lah… insya Allah sy dukung…lam kenal

  5. fatkhur rofik said

    siip buanget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: